1. Tanabata

Tanabata

Tanabata atau Festival Bintang adalah salah satu perayaan yang berkaitan dengan musim di Jepang, Tiongkok, dan Korea. Perayaan secara besar-besaran dilakukan di kota-kota Jepang, termasuk di antaranya kota Sendai dengan festival Sendai Tanabata. Di Tiongkok, perayaan ini disebut Qi Xi.
Tanggal festival Tanabata dulunya mengikuti kalender lunisolar yang kira-kira sebulan lebih lambat daripada kalender Gregorian. Sejak kalender Gregorian mulai digunakan di Jepang, perayaan Tanabata diadakan malam tanggal 7 Juli, hari ke-7 bulan ke-7 kalender lunisolar.

  1. Hanabi

^42AF62144BD372BBA12A5AE9EEF349B93BB6B04CD7FDD50A4D^pimgpsh_fullsize_distr

Hanabi merupakan pesta kembang api yang diadakan di seluruh wilayah Jepang pada pertengahan bulan Agustus. Perayaan khas di musim panas ini bermula dari zaman Edo (1600-1868).
Biasanya masyarakat di Jepang akan berbondong-bondong keluar rumah dan mendatangi lokasi festival mengenakan kimono. Selain untuk menyaksikan kembang api, di lokasi festival juga diadakan banyak stand permainan dan makanan yang biasanya hanya ada jika festival berlangsung.

  1. Obon

^281266FD62B173D1DA5F80C218940B116472483EE395FFF045^pimgpsh_fullsize_distr

Obon adalah serangkaian upacara dan tradisi di Jepang untuk merayakan kedatangan arwah leluhur yang dilakukan seputar tanggal 15 Juli menurut kalender lunisolar. Pada umumnya, Obon dikenal sebagai upacara yang berkaitan dengan agama Buddha Jepang, tapi banyak sekali tradisi dalam perayaan Obon yang tidak bisa dijelaskan dengan dogma agama Buddha. Obon dalam bentuk seperti sekarang ini merupakan sinkretisme dari tradisi turun-temurun masyarakat Jepang dengan upacara agama Buddha yang disebut Urabon.
Tradisi dan ritual seputar Obon bisa berbeda-beda bergantung pada aliran agama Buddha dan daerahnya.
Di berbagai daerah di Jepang, khususnya di daerah Kansai juga dikenal perayaan Jizobon yang dilakukan seusai perayaan Obon.

  1. Tsukimi

^95B5F0D521679C2BAF906FDA3DFD1C94442F5243BC04CACA64^pimgpsh_fullsize_distr

Tsukimi adalah sebuah tradisi kuno yang sudah berlangsung selama berabad-abad di Jepang. Tradisi memandang bulan ini tercatat sejak zaman Heian. Biasanya saat Tsukimi berlangsung, para bangsawan berkumpul dan membaca puisi sambil memandangi bulan.

Saat Tsukimi, warga Jepang biasanya memajang dekorasi yang terbuat dari rumput susuki dan menghidangkan kue beras yang disebut Tsukimi Dango yang disantap sambil menikmati keindahan bulan. Saat pergantian bulan baru yang berlangsung pada bulan kesembilan, biasanya warga mempersembahkan sesajian kepada bulan berupa produk-produk musiman, antara lain ubi jalar dan chestnut.

  1. Hakata Gion Yamakasa

^744DA4BEC9E58C9F6956DA5CD287679C3B6709CC23AB6B9F9B^pimgpsh_fullsize_distr

Hakata Gion Yamakasa adalah festival tradisional Kushida Shrine di Fukuoka dan diselenggarakan dari tanggal 1-15 Juli. Orang-orang memanggul Yamakasa yang ditumpuk tinggi dan mengaraknya mengelilingi jalanan. Puncak dari acara inipun diadakan pada tanggal 15-nya.

  1. Tenjin Matsuri

^D57EEBC069674F2D7A3793B262B71186CB5269BDB187761E09^pimgpsh_fullsize_distr

Ribuan orang berarakan menggotong kuil-kuil kecil Omikoshi dari kuil Temmangu ke Jembatan Tenjin, kemudian naik perahu-perahu hias dan selanjutnya dilakukan pesta kembang api. Merupakan salah satu festival besar dan terkenal di Jepang, dimulai sekitar tahun 1000.

  1. Awa Odori

^A35BBB612ACCB5D8C173FBD1B30350382D2966EC2A8C70DD03^pimgpsh_fullsize_distr

Adalah tarian asal Propinsi Awa (Prefektur Tokushima), Jepang yang ditarikan secara beramai-ramai di berbagai kota dan desa di Prefektur Tokushima untuk menyambut perayaan Obon. Setiap tahun tanggal 12-15 Agustus, tari Awa dilangsungkan di tengah kota Tokushima.

Penari Awa menari dalam kelompok-kelompok yang disebut ren sambil berpawai di jalan-jalan. Satu kelompok penari bisa terdiri dari lusinan penari. Tari Awa adalah sejenis Bon Odori. Penari wanita menari dengan posisi tubuh tegak dan tangan yang digerak-gerakkan di atas kepala. Pria menari dengan pinggul direndahkan, serta gerakan tangan dan kaki yang dinamis. Selain dipertunjukkan di Prefektur Tokushima, kelompok tari Awa asal Tokushima sering berkeliling kota.

  1. Akita Kanto Matsuri

^B0F9D64514BCE11A551E8EE0ED035FE147E8E2B512FCAA6945^pimgpsh_fullsize_distr

Merupakan salah satu dari tiga festival terbesar Jepang Utara. Yang menjadi ciri khasnya adalah 46 lentera yang dipasang pada kerangka besar terbuat dari batang-batang bambu (Kanto) setinggi 12 meter. Para pembawa Kanto ini menunjukkan kepiawaian mereka menjaga keseimbangan, meletakkan Kanto di telapak tangan, dahi, bahu, atau pinggang. Setiap Kanto bermotif khusus, biasanya melambangkan panjang umur dan panen berlimpah.

  1. Nebuta Matsuri

^2D148313EA432F3119E592AF1A45E2375F2C51A65F975A3013^pimgpsh_fullsize_distr

Festival Nebuta Aomori adalah festival musim panas dari 2 hingga 7 Agustus di kota Aomori, Prefektur Aomori. Festival ini termasuk salah satu acara menyambut Tanabata yang dilakukan di wilayah Tohoku. Nebuta adalah lentera ukuran raksasa yang dibuat dari kerangka kayu berlapis Washi yang umumnya berbentuk boneka pemeran Kabuki atau hewan. Nebuta diusung dengan kendaraan hias untuk berpawai di jalan-jalan.

Festival ini setiap tahunnya diikuti lebih dari 3 juta peserta dan wisatawan. Bersama-sama dengan Tanabata di Sendai dan Kanto di Akita, Aomori Nebuta adalah salah satu dari tiga festival terbesar wilayah Tohoku. Dua festival Nebuta terbesar di Prefektur Aomori adalah Aomori Nebuta dan Hirosaki Nebuta.

Published on: February 19, 2016

Views: 4974

Tags: ,