Bagi Anda pecinta sejarah, kota Semarang dapat menjadi salah satu pilihan untuk berwisata sejarah. Banyak bangunan-bangunan peninggalan sejarah yang masih berdiri kokoh dan dapat menjadi sarana pengetahuan untuk lebih mengenal lagi sejarah dan peradaban di masa lampau. Di antara sekian banyak lokasi bersejarah, berikut beberapa tempat yang direkomendasi.

1. Lawang Sewu

Lawang Sewu

Didirikan pada tahun 1904, Lawang Sewu merupakan salah satu bangunan kuno di Semarang yang sangat kental akan sejarah. Lawang Sewu berarti seribu pintu lantaran gedung ini memiliki banyak pintu. Tempat ini dulunya berfungsi sebagai kantor administrasi Belanda (NIS). Tempat ini juga pernah menjadi saksi bisu kekejaman tentara Jepang terhadap penduduk lokal.

2. Klenteng Cu An Kiong

Sebagai klenteng tertua di kawasan Lasem, Rembang, Klenteng Cu An Kiong masih terlihat sangat kokoh meskipun telah berusia ratusan tahun. Menurut masyarakat setempat, klenteng ini dibangun sebagai bentuk pemujaan kepada Thian Siang Seng Bo atau Dewi Samudera. Namun, tak ada yang tau pasti kapan klenteng ini dibangun.

3 . Museum Ronggowarsito

Museum Ronggowarsito terkenal sebagai salah satu museum terlengkap di Semarang. Nama museum ini diambil dari salah satu pujangga terkenal dalam bidang filsafat dan kebudayaan. Di museum seluas 1,8 hektar ini Anda dapat melihat berbagai koleksi sejarah, alam, arkeologi, kebudayaan, dan wawasan nusantara.

4. Klenteng Sam Poo Kong

Sam Poo Kong

Pertama kali dibangun pada tahun 1724, klenteng ini didirikan oleh masyarakat Tionghoa di Semarang sebagai bentuk penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho, yang dianggap sebagai leluhur mereka. Di klenteng ini terdapat klenteng utama dan sebuah gua yang menjadi bangunan paling penting di tempat ini.

5. Klenteng Gie Yong Bio

Klenteng Gio Yong Bio adalah salah satu dari sekian banyak klenteng yang terletak di Lasem atau yang juga dijuluki sebagai Tiongkok Kecil. Klenteng ini didirikan untuk mengenang jasa Raden Panji Margono, seorang pribumi yang telah berjuang dalam Perang Kuning. Didirikan pada tahun 1780, klenteng ini menjadi simbol keharmonisan antara Tionghoa dan pribumi.

Published on: July 21, 2016

Views: 1966

Tags: ,